March 13

Chapter 02: Learn Like a Genius

0  comments

Bagian 02: Belajar Layaknya seorang Jenius

Setiap tipe Jenius memiliki cara alami untuk belajar yang terbaik. Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat belajar dengan cara yang paling alami dan membantu Anda melihat bagaimana teman serta kolega Anda belajar dengan baik, seringkali dengan cara yang berbeda dari Anda.

Dynamo Genius
Pembelajar Visual: Biasanya belajar paling baik dengan gambar-gambar sederhana dan penjelasan singkat, bukan dengan materi pelajaran yang panjang dan membuat mereka terganggu.

Blaze Genius
Pembelajar Auditori: Biasanya belajar paling baik dengan mendengar dan membicarakan sesuatu daripada harus membaca detailnya.

Tempo Genius
Pembelajar Kinestetik: Biasanya belajar paling baik dengan pengalaman langsung daripada mendengarkan orang lain atau membaca teori.

Steel Genius
Pembelajar Analitik: Biasanya belajar paling baik dengan mempelajari dan membaca semua detail untuk memahami sepenuhnya daripada sekadar membicarakan tentang konten.

The Spirit Element

Elemen kelima, air, memberikan pembelajaran melalui wawasan. Lebih jauh daripada itu, kita juga memiliki wawasan yang jauh melampaui dari apa yang kita lihat, jika dalam budaya, hal ini dikaitkan dengan “mata ketiga” . Wawasan mata ketiga inilah yang menghubungkan dunia luar kita dengan dunia dalam kita – atau dalam istilah Jungian – wawasan yang menghubungkan pikiran ‘alam sadar’ dengan pikiran ‘alam bawah sadar’ kita.

Elemen kelima ini mengacu pada pertumbuhan dan kontribusi. Ketika elemen air kita tumbuh, kebutuhan kita akan setiap siklus pembelajaran baru juga tumbuh sehingga kita dapat memberikan lebih banyak pertumbuhan dan lebih banyak kontribusi.

Ketika kita menyatukan tim yang memiliki tipe Genius yang tepat – dengan semua orang yang memiliki tipe Genius alami mereka – dan membiarkan kemampuan masing-masing mengalir, di situlah kita dapat membangun kekuatan visi yang luar biasa: Untuk menjawab pertanyaan ‘Mengapa’?

Dengan visi yang tepat, yang tadinya kita hanya memiliki pemikiran yang hebat, kini dapat diaplikasikan pada tindakan yang hebat pula. Kita dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan. Karena kinerja yang baik dan membuat keajaiban bukanlah pekerjaan satu orang: it is a team sport.


Tags


You may also like

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Get in touch

Name*
Email*
Message
0 of 350
>